Home / Artikel / Apa Itu Roof Drain? Ini Fungsi dan Cara Kerjanya untuk Mencegah Genangan Air di Atap

Apa Itu Roof Drain? Ini Fungsi dan Cara Kerjanya untuk Mencegah Genangan Air di Atap

Lagi bingung cari cara untuk mencegah genangan air hujan di atap rumah, gudang, atau gedung? Yuk kenalan dengan benda satu ini, roof drain.

Genangan air di atap bukan cuma bikin bocor, tapi juga menambah beban struktur bangunan. Kalau dibiarkan, risikonya bisa merambat ke kerusakan yang lebih parah dalam jangka panjang.

Karena itu, sistem drainase atap punya peran penting mengalirkan air dengan cepat dan aman. Salah satu solusi yang dirancang khusus untuk tugas ini adalah roof drain atau saringan talang air.

Nah, lewat artikel ini Anda akan memahami apa itu, fungsi dan cara kerja dari saringan talang air untuk cegah genangan air hujan di atap. 

Apa Itu Roof Drain?

 

Komponen roof drain pada sistem drainase atap bangunan

Roof drain adalah salah satu komponen drainase yang dipasang di area atap untuk mengalirkan air hujan langsung ke sistem pembuangan bangunan.

Sederhananya, roof drain untuk apa sih?

Fungsinya itu untuk mencegah air menggenang di atap yang tentu bisa memicu kebocoran dan menambah beban pada struktur bangunan.

Dalam sistem drainase bangunan, saringan talang air ini bekerja sebagai titik kumpul air hujan sebelum dialirkan ke pipa vertikal, tugasnya itu memastikan air keluar cepat, aman, dan terkontrol.

Terlebih untuk bangunan dengan dak beton membutuhkan saringan talang air untuk sistem drainase atap guna menghindari genangan air hujan yang bisa merusak struktur bangungan dalam jangka panjang.

Roof Drain untuk Apa? Ini Fungsi Utamanya

Mari memahami lebih dalam fungsi utama roof drain adalah mencegah genangan air di atap, terutama saat hujan deras. Air akan langsung dialirkan ke titik pembuangan tanpa sempat tertahan di permukaan atap.

Selain itu, saringan talang air ini membantu mengurangi risiko bocor dan kerusakan struktur. Karena genangan air yang dibiarkan bisa meresap ke lapisan atap dan mempercepat kerusakan bangunan.

Roof drain juga berperan mengarahkan air hujan ke sistem pembuangan secara terkontrol, sehingga aliran air tidak merusak area sekitar bangunan.

Karena kemampuannya membantu mengalirkan debit air besar, saringan talang air sangat cocok digunakan pada bangunan bertingkat dan area atap yang luas, seperti gedung, gudang, dan fasilitas komersial.

Cara Kerja Roof Drain dalam Sistem Drainase Atap

Bagaimana cara kerja roof drain?

Air hujan yang jatuh ke atap akan mengalir mengikuti kemiringan permukaan menuju titik terendah, tempat saringan talang air ini dipasang sebagai jalur masuknya air hujan.

Di bagian atas saringan talang air biasanya terdapat saringan atau dome yang berfungsi menyaring daun, sampah, dan kotoran agar tidak ikut masuk ke dalam pipa pembuangan.

Setelah melewati saringan, air akan dialirkan ke pipa vertikal yang terhubung langsung ke sistem pembuangan bangunan, sehingga air turun dengan cepat dan terkendali.

Karena itu, kemiringan atap perlu juga diperhatikan karena sangat memengaruhi kinerja roof drain. Atap yang tidak memiliki kemiringan cukup berisiko menahan air dan menghambat aliran ke roof drain sehingga muncul genangan yang tentu berpotensi merusak struktur bangunan.

Letak Roof Drain yang Tepat pada Bangunan

Yuk ketahui letak yang tepat untuk roof drain!

Letak saringan talang air ini idealnya berada di titik terendah area atap agar air hujan dapat mengalir secara alami tanpa tertahan.

Jarak antar saringan talang air perlu disesuaikan juga dengan luas atap dan intensitas curah hujan. Atap yang luas biasanya membutuhkan lebih dari satu roof drain agar aliran air mengalir dengan optimal.

Selain luas, bentuk atap juga memengaruhi penempatan dari saringan talang air. Atap datar, miring, atau bertingkat membutuhkan titik drainase yang berbeda agar tidak terjadi penumpukan air.

Nah, kesalahan umum dalam penempatan roof drain adalah pemasangan terlalu jauh dari area aliran air, jumlah roof drain yang kurang, atau posisi yang tidak mengikuti kemiringan atap bangunan.

Apa Sih Perbedaan Roof Drain dan Floor Drain?

 

Perbedaan roof drain dan floor drain pada sistem drainase bangunan

Meski sama-sama bagian dari sistem drainase, fungsi roof drain dan floor drain itu beda, lho. Roof drain dirancang khusus untuk mengalirkan air hujan dari atap, sementara floor drain menangani air di area lantai.

Dari sisi lokasi pemasangan, saringan talang air dipasang di area atap atau dak beton, sedangkan floor drain umumnya berada di kamar mandi, dapur, area parkir, atau ruang utilitas.

Desain dan konstruksinya juga berbeda. Roof drain biasanya dilengkapi saringan atau dome untuk menahan kotoran dari atas, sementara floor drain lebih fokus mencegah bau dan aliran balik dari saluran.

Kesalahan umum di lapangan adalah menyamakan roof drain dan floor drain, padahal penggunaan yang keliru bisa menyebabkan aliran air tidak optimal dan memicu genangan air.

Jenis – Jenis Roof Drain Berdasarkan Material

Penting untuk diketahui juga pemilihan material sangat berpengaruh pada kekuatan dan usia pakai roof drain. Di lapangan, saringan talang air besi menjadi pilihan yang paling banyak digunakan untuk berbagai jenis bangunan.

Nah, ini dia dua jenis material roof drain yang pada umumnya digunakan dalam sistem drainase atap bangunan. Tentu kedua material tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing ya.

Material Besi Cor (cast iron)

Roof drain besi cor (cast iron) dikenal kuat, tahan beban, dan awet untuk penggunaan jangka panjang. Material ini cocok untuk gedung bertingkat, gudang, dan bangunan dengan debit air tinggi.

Material Baja 

Sementara itu, roof drain berbahan baja memiliki bobot lebih ringan dan pemasangan yang relatif mudah. Jenis ini sering digunakan pada bangunan komersial atau area atap dengan beban sedang.

Setiap material punya kelebihan dan kekurangan. Besi cor unggul dari sisi ketahanan, sedangkan baja lebih praktis dan ekonomis. Pemilihannya sebaiknya disesuaikan dengan jenis bangunan dan kebutuhan proyek ya.

Ini Ukuran Roof Drain yang Umum Digunakan

Ukuran saringan talang air yang beredar di pasaran umumnya bervariasi, mulai dari diameter kecil hingga besar, tergantung kebutuhan aliran air pada bangunan.

Pemilihan ukuran harus disesuaikan dengan debit air hujan di lokasi bangunan. Curah hujan tinggi membutuhkan saringan talang air dengan kapasitas alir lebih besar agar air tidak tertahan.

Selain itu, luas area atap sangat memengaruhi ukuran roof drain. Semakin luas atap, semakin besar pula diameter roof drain yang dibutuhkan atau jumlah drain yang dipasang.

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah memilih ukuran terlalu kecil demi menghemat biaya. Padahal, ukuran saringan talang air yang tidak sesuai justru berisiko menimbulkan genangan dan kebocoran, lho.

Cek Panduan Pemasangan Roof Drain

Agar saringan talang air ini bekerja optimal, pemasangannya harus dilakukan dengan urutan yang tepat. Berikut alur pemasangan roof drain yang umum digunakan di proyek bangunan:

1. Tentukan titik pemasangan

Pastikan posisi roof drain ada di area terendah dari permukaan atap bangunan. Tujuannya adalah agar air hujan dapat mengalir dengan mudah menuju roof drain.

2. Buat lubang sesuai dengan ukuran roof drain

Siapkan lubang sesuai dengan ukuran saringan talang air yang hendak Anda dipakai. Tak lupa bersihkan sisa serpihan agar permukaan bersih dan rata sebelum pemasangan.

3. Pasang dan sambungkan ke pipa

Kemudian masukkan bagian roof drain ke dalam lubang atap yang sudah tersambung ke pipa vertikal sampai dengan menyentuh permukaan. Pastikan posisi presisi atau pas dengan lubang ya.

4. Pasang saringan atau dome penutup

Saringan berfungsi mencegah daun atau kotoran di atas atap ikut masuk ke dalam pipa yang bisa menyumbat aliran air.

Nah, kesalahan yang sering terjadi dalam pemasangan saringan talang air antara lain posisi tidak berada di titik terendah atap, sambungan kurang rapat, atau kemiringan atap yang tidak sesuai.

Karena itu, pemasangan roof drain sebaiknya mengikuti standar proyek bangunan dan rekomendasi teknis, agar sistem drainase atap bekerja aman dan tahan lama.

Ini Tips Memilih Roof Drain 

Langkah pertama, sesuaikan diameter saringan talang air dengan luas atap. Atap yang lebih luas butuh diameter roof drain yang lebih besar juga agar aliran air hujan tidak menggenang.

Selanjutnya, pilih material sesuai kebutuhan Anda. Roof drain besi cor cocok untuk bangunan dengan beban dan debit air tinggi, sementara material lain bisa dipertimbangkan untuk kebutuhan banguna kecil dengan beban yang ringan.

Jangan lupa juga untuk perhatikan ukuran saringan talang air dan sistem pipa yang digunakan. Ukuran drain harus seimbang dengan diameter pipa agar aliran air tetap lancar.

Terakhir, pilih produsen yang menyediakan spesifikasi jelas. Informasi teknis yang lengkap akan memudahkan perencanaan dan meminimalkan kesalahan saat pemasangan nantinya.

Pengadaan Roof Drain Berkualitas Bersama Futake

 

Produk roof drain besi cor berkualitas untuk proyek bangunan

Tahukah Anda kalau setiap bangunan memiliki kebutuhan drainase atap yang berbeda. Karena itu, pentingnya untuk memilih saringan talang air yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan bangunan Anda.

Kalau Anda masih ragu menentukan jenis, ukuran, atau material roof drain, konsultasi dengan penyedia yang memahami kebutuhan sistem drainase bangunan bisa membantu menghindari kesalahan sejak awal.

Nah, untuk itu Futake hadir menyediakan berbagai pilihan roof drain lengkap dengan spesifikasi teknis untuk kebutuhan gedung, gudang, hingga bangunan komersial.

Dengan konsultasi bersama Tim Futake akan memberikan solusi terbaik untuk kebutuhan drainase pada bangunan Anda. Selain roof drain, kami juga menyediakan kebutuhan drainase lainnya, seperti deck drain hingga grill saluran air.

Yuk! Segera konsultasikan kebutuhan roof drain Anda bersama Tim Futake hari ini dan dapatkan solusi yang tepat serta penawaran terbaik.

Artikel Lainnya

Scroll to Top